Seorang Ibu Mengamuk Hentikan Ijab Kabul Anaknya

Diulas dari TribunMedan.com seorang Ibu kesal lantaran tak diberitahu soal hari pernikahan putrinya, seorang ibu di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengamuk di acara akad nikah anaknya sendiri.

Ibu itu berusaha menghentikan acara akad nikah anaknya dengan berteriak. Penyebab ibu itu tak terima diduga karena marah tidak diberitahu jika hari tersebut merupakan hari pernikahan anak perempuannya.

Seorang Ibu mengamuk hentikan ijab kabul anaknya, kericuhan tersebut pun terjadi di acara pernikahan tersebut. Semula yang awalnya berjalan khidmat pun mendadak kacau, bahkan sampai membuat mempelai wanita menangis.

Keributan yang dibuat oleh seorang Ibu di NTB tersebut pun viral melalui media sosial Instagram.

Seorang Ibu Mengamuk Hentikan Ijab Kabul Anaknya

Dari rekaman video berdurasi 4 menit tersebut, awalnya terlihat pasangan mempelai tengah duduk di dalam sebuah masjid yang di dalamnya telah dikelilingi oleh para tamu undangan dan keluarga yang sedang mendengarkan lantunan ayat suci Alquran.

Dalam sebuah video viral tersebut terlihat, seorang wanita mencoba menenangkan ibu yang merupakan orang tua dari mempelai wanita tersebut. Kedua calon pengantin pun hanya terdiam dan tak bereaksi apapun

“Sepasang calon pengantin sudah berada di sebuah ruangan untuk melangsungkan akad nikah. Lantunan ayat suci sedang dibacakan dan tamu undangan pun sudah berada di dalam ruangan.

Suasana pun terasa khidmat, sampai saat seorang ibu menggunakan jilbab berwarna biru datang dan menghentikan acara tersebut.

Ibu itu disebut sebagai ibu dari mempelai wanita yang merasa tidak terima karena tidak diberitahu jika hari itu merupakan hari pernikahan anaknya.

Baca juga : Viral Istri Sedang Hamil Gerebek Suami Bersama Pelakor

Dirinya berusaha menghentikan pernikahan anaknya tersebut.

“Stop berhenti – berhenti. Jerit Ibu tersebut didalam ruangan.

Alasan Ibu tersebut mengamuk

Seorang Ibu mengamuk hentikan ijab kabul anaknya, Mustiadi menjelaskan, “bahwa ibu tersebut mengamuk karena tak mengetahui secara pasti jadwal pernikahan anak perempuannya. Dilansir dari kompas.com.

Menurut Ibu tersebut, kedua orangtua pengantin perempuan telah lama bercerai. Selama ini, pengantin berinisial S itu tinggal bersama ayahnya. Saat pernikahan berlangsung, pihak keluarga hanya memberi tahu tanggal pernikahan kepada ibu tersebut.

Salah satu keluarga yang merupakan perangkat rukun tetangga (RT) setempat tak memberi tahu jam penyelenggaraan pernikahan.

“Jadi harinya sudah sepakat dari awal, cuma pada saat akad ijab kabul itu RT-nya (yang merupakan keluarga pengantin) sedikit ceroboh, keluarga dari ibu perempuan tidak dikasih tahu jamnya, itu yang tidak terima,” ucap Mustiadi.

Mustiadi menyebutkan, perangkat RT tersebut tak memberi tahu ibu tersebut karena masih ada perwakilan keluarga dekat lain yang datang saat pernikahan.

Pihak keluarga juga ingin mengurangi potensi kerumunan dalam acara pernikahan itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Meski gagal menikah di mushala, pasangan pengantin itu melakukan pernikahan di rumah mempelai laki-laki. Mereka dinikahkan wali hakim dari Imam Masjid Desa Sugian.