Infeksi Rahim Pada Ibu Hamil yang Harus Diwaspadai

Apa itu penyakit infeksi rahim?

Infeksi rahim atau endometritis adalah peradangan pada dinding rahim yang umumnya disebabkan oleh infeksi. Hal ini perlu diobati dengan segera untuk menghindari kemungkinan terjadinya komplikasi berupa infertilitas alias mandul.

Infeksi rahim terbagi menjadi dua, yaitu endometritis yang terkait kehamilan dan endometritis yang terkait penyakit radang panggul. Risiko wanita terserang infeksi rahim meningkat setelah menjalani prosedur ginekologis, seperti kuret dan pemasangan IUD (KB spiral), mengalami keguguran, atau melahirkan melalui operasi caesar, diulas dari alodokter.com.

Kondisi ini harus segera mendapatkan pengobatan dari dokter, sebab apabila tidak akan bisa memicu komplikasi seperti infertilitas. Langsung aja simak rangkuman berikut ini :

Gejala infeksi pada ibu hamil

Apa gejala infeksi pada rahim? Ayo simak gejalanya dibawah ini :

  • Cairan ketuban berwarna dan berbau
  • Mengalami rahim pada terara lembek
  • Jantung berdebar
  • Demam
  • Merasa tidak enak badan
  • Berkeringat
  • Nyeri pada perut
  • Detak jantung janin tinggi
  • Nyeri saat berhubungan seksual

Penyebab Infeksi Rahim

Infeksi rahim pada ibu hamil

Endometritis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk ke dalam rahim. Hal-hal yang dapat Anda simak yaitu sebagai berikut :

  • Infeksi menular seksual (IMS), seperti chlamydia dan gonore.
  • Adanya sisa jaringan setelah proses persalinan atau keguguran pada rahim.
  • Tuberkulosis di luar paru.
  • Ketuban pecah dini dan persalinan lama.
  • Infeksi ketuban.
  • Penyebaran kuman dari vagina.
  • Biopsi endometrium atau prosedur medis untuk mengambil sampel jaringan dari lapisan rahim.
Risiko mengalami infeksi rahim akan meningkat apabila:
  • Baru saja keguguran ataupun baru melahirkan, terutama jika melahirkan melalui operasi caesar.
  • Melahirkan di fasilitas yang tidak steril.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena infeksi HIV atau penggunaan obat-obatan penekan sistem kekebalan tubuh.
  • Menderita anemia.
  • Menjani prosedur medis yang melibatkan memasukkan alat dari mulut rahim menuju ke rahim. Hal itu dapat menciptakan jalan masuk bagi bakteri. Misalnya histeroskopi, pemasangan kontrasepso spiral, serta dilatasi dan kuretase.

Dalam menentukan diagnosis koriamnionitis, perlu adanya pemeriksaan fisik, gejala-gejala yang disebutkan di atas, kultur darah, dan cairan ketuban (amnion). Namun, untuk mengetahui kesehatan janin, dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG dan kardiotokografi.

Baca juga : Efek Aborsi Pada Kesehatan Tubuh Wanita

Mencegah agar tak terserang infeksi

Cara mencegahnya adalah beragam hal mudah yang bisa Anda lakukan setiap hari. Yakni sebagai berikut :

  • Hindari membersihkan kotoran kucing secara langsung, dan ada baiknya Anda menghindari kontak langsung dengan hewan peliharaan selama hamil.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan di tiap aktivitas menggunakan sabun dan air. Hal ini sangat penting dilakukan, terlebih setelah dari toilet, memotong daging mentah, sayuran, dan bermain dengan anak-anak
  • Jangan mengonsumsi produk susu yang tidak dipasteurisasi atau mentah
  • Jangan berbagi peralatan makan, cangkir, dan makanan dengan orang lain.
  • Makan makanan yang dagingnya dimasak sampai matang betul. Jangan makan makanan yang berdaging mentah, seperti sushi atau sashimi terlebih dahulu
  • Pastikan Anda mendapat beberapa vaksin penting untuk hamil, salah satunya ada vaksin hepatitis, meningitis, dan tetanus

Pada umumnya, infeksi rahim dapat diobati dengan pemberian antibiotik. Terutama untuk mencegah terjadinya komplikasi. Namun pastikan antibiotik diresepkan oleh dokter dan tidak diminum dalam dosis yang sembarangan, ya. Jadi apabila dokter sudah meresepkan obat, termasuk antibiotik, untuk diminum selama 5 hari misalnya.