Gempa di Atas M 5 Mengguncang Indonesia

Gempa di atas M 5 mengguncang Indonesia. BMKG menjelaskan gempa beruntun ini tidak ada kaitannya satu sama lain. Gempa diketahui berada di kedalaman yang berbeda dengan mekanisme yang berbeda pula.

Sementara itu gempa berkekuatan magnitudo 5,0 juga mengguncang Nias, Sumatera Utara, Rabu (8/7/2020). Lindu terjadi pada pukul 11:03 WIB.

Lewat laman resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap lokasi gempa terletak pada koordinat titik 1,27 Lintang Utara dan 96,96 Bujur Timur atau tepatnya berada di 47 kilometer barat daya Nias Utara, Sumut.

Adapun kedalaman pusat gempa (hiposentrum) tersebut adalah 14 Km. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat di Nias Utara mewaspadai potensi gempa susulan.

Berdasarkan data yang dirilis BMKG. Guncangan akibat gempa Nias Utara hari ini dirasakan pada sejumlah tempat berikut III Nias Utara, III Gunung sitoli, II Kab. Nias.

Baca juga : Gempa Banten Sangat Terasa Kuat Hingga Jakarta

Gempa di atas M 5 mengguncang Indonesia. “Gempa yang terjadi secara beruntun pada Selasa, 7 Juli 2020, tidak memiliki kaitan dengan gempa yang terjadi sebelumnya.

Baik gempa Laut Jawa di utara Jepara berkekuatan M 6,1 yang terjadi pagi dini hari pukul 05.54.44 WIB, gempa selatan Banten M 5.1 pukul 11.44.14 WIB, gempa selatan Garut M 5.0 pukul 12.17.51 WIB, dan gempa selatan Selat Sunda M 5.2 pada 13.16.22 WIB berada pada sumber gempa yang berbeda, kedalaman yang berbeda, dan juga berbeda mekanismenya.

gempa di atas M5 mengguncang Indonesia

” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya pada hari Selasa (7/7).

Gempa dirasakan oleh beberapa tempat

Menurut informasi dari detik.com gempa dirasakan dengan skala III MMI di Karangkates, Nganjuk, Yogyakarta, Purworejo, Kuta dan Mataram. Di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan getaran terasa seakan akan truk berlalu. Lalu gempa juga dirasakan dengan skala II-III MMI di wilayah Denpasar, Malang, Lumajang, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, Pacitan, Surabaya, Wonogiri dan Kebumen skala II-III MMI.

Sementara di, Banjarnegara, Pangandaran, Karangasem, Lombok Barat , Garut, Boyolali, Krui, Sekincau, Semaka, Pekalongan, Banyumas, wonosobo, Magelang, Purbalingga dan Gianyar gempa dirasakan pada skala II MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Daryono menjelaskan

Daryono kemudian memberikan analisisnya terhadap gempa tersebut. Dia mengatakan masing-masing gempa mengalami akumulasi medan tegangan yang berbeda.

“Sebenarnya apa yang terjadi di beberapa wilayah gempa tersebut adalah manifestasi pelepasan medan tegangan pada sumber gempa masing-masing. Masing-masing sumber gempa mengalami akumulasi medan tegangan sendiri-sendiri, mencapai stres maksimum sendiri-sendiri, hingga selanjutnya mengalami rilis energi sebagai gempa juga sendiri sendiri,” kata Daryono.

“Bahwa Indonesia memiliki banyak sumber gempa. Sehingga peluang adanya gempa secara beruntun bisa saja terjadi, kata Daryono.

“Ini konsekuensi logis daerah dengan sumber gempa sangat aktif dan kompleks. Kita memang memiliki banyak sumber gempa sehingga jika terjadi gempa di tempat yang relatif berdekatan lokasinya dan terjadi dalam waktunya yang relatif berdekatan, maka itu hanya kebetulan saja,” imbuh dia.

Gempa di atas M 5 mengguncang Indonesia, dengan Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Informasi disampaikan BMKG, gempa terjadi di 234 km barat daya Pangandaran. Pusat gempa berada di kedalaman 10 km.

Hal ini diutarakan Mamah Ade, penjual lontong sayur di sekitar pasar Pangandaran. Dia mengaku tak merasakan gempa.

“Kalau yang tadi pagi sempat terasa, walaupun sedikit. Katanya di Jepara. Saya tak tahu kalau barusan ada gempa lagi di Pangandaran,” kata Ade.