Gempa Banten Sangat Terasa Kuat Hingga Jakarta

Gempa Banten terasa sangat kuat hingga Jakarta. Dikutip dari detik.com Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa bermagnitudo (M) 5,4 yang terjadi di sekitar Banten terasa hingga Bandung, Jawa Barat. Gempa ini terasa pula di Jakarta.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, Selasa (7/7/2020), gempa yang berpusat di 18 km barat daya Rangkasbitung, Banten, ini dirasakan di Lebak, Banten.

Baca juga : Gempa di Atas M 5 Mengguncang Indonesia

Gempa M 5,4 di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten terasa kuat di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Pegawai kantor berhamburan keluar kantor.

Sejumlah pegawai di komplek perkantoran Pemkab Sukabumi di Jajaway berhamburan keluar. Kaca dan dinding terasa bergetar akibat guncangan gempa tersebut.

“Baru mau istirahat tiba-tiba terasa dinding berderak, saya buru-buru keluar karena takut. Terasa sampai sekitar 5 detik, sampai ke luar juga masih ada (guncangan),” kata Supriyadi, pegawai honorer yang bekerja di kawasan perkantoran Jajaway,

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman membenarkan hal itu. Gempa dirasakan di beberapa lokasi di wilayahnya. “Sekitar pukul 05.WIB lebih, saya merasakan dua kali getaran,” kata Eka.

Pihaknya saat ini mengecek informasi dari P2BK Kecamatan untuk menginventarisir informasi ada dan tidaknya kerusakan.

“Saya masih konfirmasi ke petugas di lapangan, mereka sedang pengecekan. Guncangan pasti terasa apalagi bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 6,1 terjadi di wilayah Jepara, Jawa Tengah. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa dirasakan dalam skala III-IV MMI di Lebak Banten.

Gempa Banten Sangat Terasa Kuat Hingga Jakarta

Skala III-IV artinya pada siang hari getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Gempa juga dirasakan dalam skala III MMI di Cihara, Rangkasbitung, Bayah, Pandeglang, Malingping, Cibeber, Banjarsari, dan Sukabumi. Kemudian skala II-III MMI di Jakarta, Depok, dan Bandung.

Skala II-III artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah dan seakan-akan ada truk berlalu. Gempa juga terasa di Tangerang Selatan dan Bakauheni dalam skala II MMI. Skala II MMI artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Dalam situasi gempa seperti ini tidak boleh panik. Deg-degan boleh tetapi jangan panik dan tetap waspada. Sikap waspada memungkinkan kita bertindak sesuai prosedur yang harus dijalani saat terjadi gempa, misal segera keluar gedung atau melindungi diri,” kata psikolog dari Personal Growth Veronica Adesla beberapa waktu lalu.

Panik dan stres bisa membuat situasi akan memburuk saat gempa terjadi. Sangat penting untuk tetap tenang selama gempa bumi sehingga Anda bisa berpikir secara rasional dan menghindari melakukan hal-hal yang membuat orang lain dalam bahaya.